teringat masa kecil. suka nonton wayang. kagum sama hanoman.
mm…tapi tokohnya lum punya profil
tar aja yang penting posting…

scripta manent verba volant

Konon, bagi tukang blog (atau yang mengaku sebagai tukang blog), menulis adalah eksistensi. Pastilah wagu, kata orang Jogja, jikalau promosi blog andalan padahal hanya terisi tulisan yang tak jua berganti semenjak blog diproklamasikan. Bahkan, seorang teman yang (ngakunya) ikut mendirikan komunitas blogger bernama angkringan di Jogja pernah bilang kalau menulis blog itu kayak pipis. Kudu istiqomah kalau g pingin kena kencing nanah. Wuih…ngeri tenan….

Itu belum apa-apa. Bagi seseorang berinisial BH, tidak mengisi blog tiga minggu berturut-turut sama saja kafir Blog. (kaya sholat Jumat aja….) Entah tuh anak dapat dalil dari kitab kuning versi yang mana…

Tapi pendapat para fundamentalis blog tuh ada benernya juga. Kalau namanya Blogger, tukang blog, dan sejenisnya, mustilah ia mengisi blog. Justru sebuah blog dilihat karena kebaruannya… ya toh… kaau blog nya dari dulu itu-itu aja.. ya bosen dunkz!! apalagi isinya cuma curhatan pke bahasa planet yang cuma dimengerti ma penulisnya…basi!!! ditambah foto narsis yang segede gaban..huekssssss!!!!

BUt itsuke, namanya juga demokrasi…bebas!!!! mo nampang doang kek…mo nulis curhatan…mo dianggurin…BEBAS!!! namanya juga demokrasi!

kok tulisane wagu…njuk ra jelas….walah…..ra mutu pisan kie….ra popo sing penting scripta maning!!!!

Jogja, 7 November 2008

nb : baca comment sebelum tersesat TABIK😛

“gi dmn? Jd g? ktna jm 11?”
“otw”

OTW. Singkatan populer dari ‘on the way’ yang artinya sedang dalam perjalanan. Konon, istilah yang kondang di dunia per-sms-an ini dipakai jikalau sedang ada janji ketemu sementara masih dalam perjalanan menuju tempat pertemuan. Lambat laun, makna OTW bergeser. OTW juga berarti tanda pertemuan jadi dilaksanakan tetapi agak telat karena si penjanji masih ada urusan. Biasanya pemakai otw tipe ini merupakan orang (sok?) sibuk yang urusannya bejibun. Namun, rupanya OTW juga menjadi obat penenang umpamanya lupa kalau ada janji ketemuan sementara yang dijanjikan sudah menghubungi. Kalau ini sering dipakai para pengumbar janji yang suka gak inget sebelum di sms atau miscall belasan kali. Alhasil, jadilah rangkaian tiga huruf sakti tersebut mantera ampuh penangkal miscall berkali-kali. Hehe..[ ]