Ini benar-benar berbeda dengan duniaku. Suatu dunia yang terpisahkan jarak sekian waktu. Tatkala luang panjang terbentang dan rumput-rumput keraguan terhampar. Diantara ruang waktu yang tak sama itu , kamu hadir

 

Bangun pagi, mampir kampus , cabut ke rumah teman. Di tempat tujuan lantas tiduran sambil ditemani cemilan. Simpel tak rumit. Inilah dunia yang coba kamu tawarkan padaku. Suatu ketika yang kamu hadirkan diantara gelap penat duniaku. Kamu pun membantuku melompati halangan yang dulunya tak pernah bisa ku lewati. Cakrawala itu kembali terbentang.

Sampai saat ini. Aku jadi berpikir ulang. Apa kehidupan macam ini yang nantinya ku jalani? Sepertinya bukan.

Ya, mungkin ini ganti dari masaku yang hilang dulu. Suatu masa yang aku tukar dengan apa yang aku dapat kini. Kadang aku merasa seperti terlempar ke masa lalu dan tak bisa (atau ingin?) kembali. Namun, aku punya dunia yang lain denganmu. Memang, tak ada yang sama tapi ini jauh berbeda. Tak perlu ku jelaskan. Toh, mungkin hanya Tuhan dan aku yang mengerti. Tidak juga kamu ataupun dia.

Aku pun tak begitu mengertimu. Bahkan mungkin aku takkan pernah benar-benar mengenalmu. Bukan ku pesimis, juga bukan ku tak berharap. Hanya bertanya pada sang pencipta rasa. Apa ini butuh kenal sebagai syarat. Semoga tidak. Jika demikian adanya sayang sekali. Mungkin lagi-lagi aku harus berdamai dengan diriku sendiri. Sepertinya aku akan menyakiti sebuah hati lagi. Aku tak yakin seberapa lama hubungan ini akan bertahan. Pun aku tak tahu kapan ini berakhir. Tapi jika ini memang harus berakhir. Aku ingin mengakhiri ini dengan indah. Tanpa sesal.

Namun, sebelum itu terjadi. Aku berusaha…

20 Februari 2008